Friday, September 18, 2015
Batu Kerikil Maut
Iya. jadi rasanya kayak kita lagi enak-enak jalan dengan santai, damai dan tentram sentosa
Tiba-tiba ada batu yang kita nggak liat, mungkin batunya memang hanya batu kerikil
tapi kita tersandung karena itu, kita terjungkil balik
Kok bisa sih?
memang cinta nggak ada yang logis, cinta hanya dirasakan
kita nggak tau kapan kita jatuh cinta, atau kapan kita nggak lagi jatuh cinta
semua tuh terjadi gitu aja, tanpa ada peringatan
yaiyalah hati kita itu bukan bioskop, yang diingetin setiap studio udah kebuka
nggak ada tuh yang kasih tau kalo kita bakal ketemu orang yang kedepannya bakal jadi orang yang kita tergila-gilai dalam waktu yang nggak singkat
nggak ada tuh yang bilang, kalo hari itu kita bakal keilangan semua rasa yang dulu pernah ada tertanam di lubuk hati kita
apakah kita bisa menyalahkan cinta?
dia hanyalah insting, yang akan melakukan apa saja yang menurutnya benar, dan tidak akan melukai kita
mungkin, kita saja yang memang berlebihan menanggapinya?
cinta tidak bisa dibatalkan, kalau emang udah cinta, ya cinta.
kalau emang udah ga cinta, ya udah selesai.
gitu aja, gampang kan?
iyalah, ngomong doang soalnya.
tapi, nggak ada yang lebih menyedihkan, dari rasa kebahagiaan yang tidak boleh dirasakan.
ngerti nggak maksudnya? maksudnya ya kamu bahagia, tapi sebenernya kamu nggak boleh bahagia.
aku pernah merasakan itu, sekali. dan tidak akan pernah aku ingin merasakannya lagi.
aku ingin merasakan kebahagian ini, aku ingin mencintai, bukan dicintai saja.
walaupun susah, dan akan menimbulkan konflik
tapi ini lebih baik, dari selamanya menutupi kebahagiaanku.
aku ingin mengejar itu, sampai aku benar-benar merasa puas.
kamu juga ikutilah aku, untuk membela dirimu sendiri, dan merebut apa yang seharusnya menjadi milikmu.
buatlah musuh, tidak apa-apa, toh mereka juga nggak selamanya sama kita terus, lama-lama juga bosan
hiduplah seperti besok kau akan mati,
dan matilah dengan rasa perjuangan di jiwamu dan rasa puas di senyummu
jangan sia-siakan waktumu untuk bilang sayang ke orang yang salah
atau berlindung pada orang yang sebenarnyalah yang ingin kau hindari
hidup tidak sepanjang yang kita kira
gunakan lah semaksimal mungkin.
jangan diam saja, hey kamu
berdiri dan kejarlah dia, genggam tangannya, dan dekaplah dia
jika kau beruntung, dia akan membalas dekapanmu
jika tidak, mungkin dia bukanlah tulang rusukmu.
jangan menyerah, jangan terpuruk
pada setiap curamnya gunung, ada puncak yang sangat tinggi
lihatlah ke atas dan gapailah dia.
wanita pujaanmu.
dan juga mimpi-mimpimu.
sekian terimakasih, untaian kata-kata sebelum tidur.
selamat malam alam semesta.
Cibubur
September 18, 2015
Friday, September 11, 2015
Pesan 3 Baris
Bila kejujuran sudah mengundurkan diri
Kepercayaan akan menyusul runtuh
Ada dua mulut dalam satu wajah.
Bukan masalah usaha apa tidak
Sudah tidak ada lagi alasan untuk bersatu
Semua tumpah darah hanya berujung sia-sia
Tiada yang abadi
Waktunya sudah datang
Untuk berakhirnya suatu cerita
Terimalah hal ini
Ucapkan terimakasih
Dan lambaikan tangan
Kisah kasih kita penuh dengan sihir
Namun mantra ini terbatas
Saatnya untuk mencari keajiban baru
Kamu akan meninggalkan bekas
Yang tidak akan terhapus
Kenangan ini tidak akan pergi kemana-mana
Kasihku, maafkan lah
Aku ingin pergi sendiri
Pergilah juga kau, mencari insan dunia
Janganlah menyangkal,
Semuanya tidak sama seperti dulu
Dan tidak akan kembali sampai kapanpun itu
Aku pasti akan bertemu denganmu lagi
Tapi tidak sekarang
Bila takdir memang menyetujuinya.
Sampai jumpa lagi
Kawanku
Sampai bertemu di lain waktu.
Tuesday, August 4, 2015
Hari Terbaikku.
Hari ini, harinya telah tiba untukku.
Berawal dari beberapa bulan yang lalu. Setelah aku pulang dari Singapur dan setelah acara besar sekolah.
Kami mendapat tugas untuk membuat film, diberi waktu 3 bulan full, tapi ide awal memang tidak pernah selalu benar, waktu itu terlalu banyak pikiran, antara aku dhana dan ochi, ketiga otak menjadi satu, namun hasilnya terlalu rumit dan kita kehabisan waktu, sampai akhirnya aku mendapat pencerahan.
sekitar 1 minggu sebelum deadline yg ditentukan, gue mulai berpikir untuk mengubah semua rencana, sebuah film pendek yang bisa dibuat dalam kurun waktu seminggu. untungnya waktu itu diilhami, gue meingat sebuah cerpen karya temen gue sendiri (yang akhirnya menjadi peran utama dalam filmnya), mudi, yg dibuat waktu kelas 10. ceritanya tuh tentang orang yang sial-sial teruss nah akhirnya gue dapat pencerahan, gimana kalo buat filmnya yang setipe seperti itu. yang simple, tapi lucu.
tapi emang mampu buat cuma seminggu?
iya, kita mampu.
dengan cara kita memanfaati semua waktu yang ada, tanpa tergantung dengan apapun, dan tinggal melakukannya saja.
kita awalnya pesimis, karena dibanding film-film lain, cuma film kelompok kita yang bergenre comedy. dengan kamera yang asal-asalan yang gak professional banget. tapi ternyata, usaha kita terbayarkan!
saat pemutaran film, tanpa disangka ternyata banyak sekali tawa dan teriak oleh penonton, bahkan di bagian yang kami tidak rencanakan untuk menjadi lucu. rasanya aku duduk melihat mereka semua ramai bersorak-sorak, tidak bisa terungkap oleh kata-kata. ini lebih baik dibanding saat ibu membelikanku sepatu baru. lebih baik dibanding aku dapat nilai 100. ini lebih baik dari segalanya, sesuatu yang aku benar-benar kerjakan bisa meraih suasana seperti itu. saat itulah aku merasa dalam titik tertinggiku. saat itulah aku merasa, bahagia.
namun aku tersadar, ini tidak hanya sampai sini saja. ini adalah awal dari segalanya. aku bisa lebih baik dari ini. sesuatu yang lebih besar akan datang bila aku terus berusaha. ini hanyalah sebuah tepukan di pundak.
Thursday, July 23, 2015
"Maaf."
Aku dipercaya aku bisa memperbaiki situasi yang tak kunjung damai.
Berapa belas, berapa puluh, berapa ratusan kalinya,
Mereka pikir mereka bisa bergantung kepadaku.
Tanpa campur tangan hati, aku adalah omong kosong.
Kenapa mereka selalu mengharapkan bantuan dari aku?
Tidak akan berhenti sampai mulut tertutup, terdiam
Pernahkah kau berpikir kalau aku lelah?
Yang lebih bisa mampu mengubah, memperbaiki keadaan
Tanpa harus menetapi janji-janji tersirat
Janji-janji yang tidak tahu apakah benar akan ditepati atau tidak sampai pada akhir zaman.
Aku tidak ingin menjadi wakil-mu untuk menyakiti lebih banyak korban.
Bisakah kau mempertimbangkannya?
ARSP
Tuesday, July 21, 2015
Puisi untuk Dilan.
Pertanyaan yang tidak harus dijawab
Kenangan yang akan terus tertanam
Masa lalu yang tidak lebih dari angin yang meninggalkan daun-daun jatuh di perjalanan.
Biarkanlah misteri menjadi misteri
Abaikan segala teka-teki
Walaupun membuat penasaran setengah mati.
Tidak semuanya memiliki alasan yang masuk akal
Kadang semuanya hanya terjadi
Dan berakhir begitu saja
Ada waktu dikala kau merindukannya,
Catatan harian yang membawa semua kenangan kembali
Apakah memori-memori itu masih mempunyai ruang di hidup kami?
Atau mereka hanya cocok untuk dirasakan bukan untuk dipikirkan?
Aku ingin kembali
Aku ingin merasakannya lagi
Tapi aku tidak menyesal karena ini berakhir
Aku bersyukur karena semuanya pernah terjadi,
Atas waktumu untuk singgah ke rumahku
Aku harap kau tidak melupakanku seperti aku padamu,
Hati-hati pada setiap langkahmu, Sayang
Selamat jalan.
(Ditulis setelah membaca novel karya Pidi Baiq berjudul Dilan & Dilan #2 tidak ada maksud untuk plagiat terhadap judul, hanya bertujuan untuk mendedikasikannya. )
ARSP
22/7/15
Thursday, July 16, 2015
Malam Takbiran.
Saturday, July 4, 2015
Crazy Little Thing Called...??
From my previous post, I suppose you think of me of some kind of emo who never really do believe on happy ending or fairytales. And I dont blame you for that, that is what exactly I showed you with my letters. You could think of me for anything you want, free to judge, if i may say. That's a rare thing to say but i'm ready for this. Human have rights, so do you, so am I. Some people may know me, some people may dont. I'm okay with it. Now to make up things from previous post, I wanted to say some stuffs that's not all possible to bring the negative impact of Love. That's not fair, when I think about it again. Try to settle with both side. Because that is what love is meant to us. Committing. And if you think that you're not ready for that, then dont for God's sake. It's something way too serious because it involved with not just one person, but two. And the pain doubles up every second you did something wrong. That's an advice i'm telling you, not a desupport things i did to make you not believe in love. And yes, i'm inventing a new word.
There's still some reason out there, folks.
It could make you excited of something that you didnt even like the first time.
It could make everyday feel like a holiday, because with this person. You feel so delightedly happy, that you forgot the world.
It could make you more confident to face reality
It could make you feel something new, for the first time in your life.
If you been there, then you're lucky enough to hold on.
If you havent, relax, dont huss. You still got a lot of time.
Every human being has already got the one, even if you didnt know that
And you're other one didnt know that you existed too!
I'm a 17th teenage girl here who never really see the world with my real eyes, so yeah maybe i'm imagining stuffs. But i believe, in what so called, there's another ribs out there to fit your ribs.
And that's what keep most of people alive.
Who knows what will happen in another 10-20 years?
Nobody! That's the point of this!
Not you, nor your partner, nor even your parents.
Only God knows what'll happen in the very next second of your life.
If you keep waiting everyday, and everyday for the one, just forget it, that's not how it works.
The more you keep waiting over the door until they opened it, the more you feel devastatedly day by day. Just be cool and let it go. Let the universe done the job.
So for those, who felt so hopelessly romantic.
And those who felt so not right with your so called "Significant Other"
It's okay. It's not a weird thing to be felt. It's all part of the story. Your story.
Everything you've come through today, will not be so bad tomorrow.
Dont be in such a hurry. Dont be so oriented about it. Be cool with it.
Until the one, is passing right in front of you.
Never stop believing people. And always be patience.
Because, good things will come to those who wait. And achieve.
-Signing off-
00:42
5th July of 2015